Ketika Cinta Menyapaku Kembali

Perempuan yang duduk disebelahku dan menyandarkan kepalanya dipundakku, masih enggan meninggalkan Tanjung Mas, padahal angin laut telah mulai berhembus lumayan kencang. Ups dinginna gak ketulungan. Matanya masih menapapi botol minuman yang terapung mengikuti irama gelombang air.

"Pulang yuk.." ajakku kepadanya. Dia tak menjawab, kepalanya semakin naik dipundakku, lengan kananku semakin erat dipeluknya. Kami tak berucap cukup lama, hening.... Tak jauh dari kami, ada satu dua orang yang sedang mengobrol di penjual gilo gilo.

Kutempelkan pipiku di atas kepalanya, lembut rambutnya menyentuh pipiku. Helaan nafasnya sesekali terasa panjang dan berat, tanda dia sedang memikirkan sesuatu. Sesuatu yang belum dia ceritakan padaku.

Tidak ada kata terucap, dan perlahan aku merasakan kenyamanan dari kedekatanku dengannya, perlahan nyaman itu datang saat genggaman tangannya semakin erat, siapa kamu sebenarnya wahai wanita yang duduk menyenderkan kepala di pundakku, yang memeluk erat lengan kananku, kamu bukan pacarku.

Tanjung mas mulai bernafas, kami masih duduk dipinggir dermaga itu, aku sudah tidak mencoba mengira ira apa yang sedang dia pikirkan, tetapi aku malah tenggelam dalam pikiran tentang apa yang kurasakan padanya. Jatuh cinta..? Ah tidak, baru setengah tahun yang lalu aku dipermainkan oleh seorang cewek, apa aku benar - benar akan melupakannya ? Entahlah, mungkin 6 bulan waktu yang cukup untuk membuat sebuah cinta bisa hilang, dan tak berjejak. Aku gak mau mengingat ingat gadis cantik yang telah dengan manis dapat menorehkan sayatan luka di hatiku. Dan kini benarkah aku telah jatuh cinta lagi ? Haruskah aku bermain cinta lagi untuk kesekian kalinya ? Sementara aku tahu ajalku semakin mendekat......

Comments

  1. puitis bgt om.....

    ak jd terharu.....

    emang blm dpt pacar jg....

    km orgnya kerennnn.....

    ReplyDelete

Post a Comment