Cerpen "PENJARA" Sawalli Tuhusetya

8:03:00 PM

Badrun, seseorang yang terpaksa merasakan pengapnya kehidupan penjara, karena keadaan ekonomilah Badrun harus mengirup udara bui dan merasakan siksaan sodomi yang dilakukan oleh para senior senoirnya di penjara. Padahal Badrun tidak melakukan kejahatan pembunuhan, penipuan, atau pencurian dan perampokan.

Semua berawal ketika Badrun dan teman - temannya melakukan demo menuntut kenaikan upah kerja, karena badrun dulu memang bekerja sebagai buruh di pabrik tekstil. Harus membanting tulang mencari uang untuk menghidupi keluarganya dan membayar uang sekolah anaknya. Tapi malang memang, anaknya sudah terkena budaya konsumenisme yang sekarang sangat marak di kampanyekan oleh berbagai media kita. Uang yang sudah diberikan kepada anaknya untuk membayar uang sekolah itu ternyata oleh anaknya tidak dibayarkan kepada sekolah, dan Badrun mendapatkan surat tagihan dari sekolah anaknya tersebut.

Badrun bingung dengan tagihan bayaran sekolah itu, dan selain itu Badrun juga terkena PHK dari pabrik tempat dia bekerja karena aksi demo yang telah dia lakukan bersama teman - temannya. Dalam pencariannya mendapatkan sejumlah uang Badrun telah pontang panting kesana kemari tetapi belum dapat juga. Hingga akhirnya dia ketemu dengan seseorang yang menawarkan pekerjaan dengan bayaran 1 juta sekali kerja. Badrun sangat girang dan dia melakukan pekerjaan itu dengan baik. Tetapi apa yang terjadi ??? setelah Badrun melakukan tugasnya dengan baik tiba tiba terdengar suara " BLUARRRRRRR BLUARRRRR " ada ledakan dahsyat dari sebuah gedung plaza di belakangnya. Parap engunjung berlarian lintang-pukang ditingkah jerit dan pekik histeris. Terdengar pula raungan sirine mobil patroli aparat kepolisian mebelah kepanikan orang-orang. Suasana kacau. Dan Badrun Tidak tau apa penyebab letusa itu, tapi sekarang Badrun harus menjalani kehidupan penjara yang keras. Artikel ini adalah rangkuman dari cerpen "PENJARA" dari http://sawali.info/2007/12/16/penjara/

Review saya dari Cerpen "PENJARA" adalah cerpen itu ditulis dengan melihat keadaan yang ada, dan bisa jadi ini sangat mungkin terjadi pada seseorang, dan semoga ini bukan saya hehehehe. dalam cerpen "PENJARA" ini di ceritakan juga bagaimana kebobrokan yang terjadi di penjara termasuk mental rusak para sipir penjara lihat saja pada tulisan "Ulah para sipir penjara pun ternyata tak kalah brengseknya. Dengan mata kepalanya sendiri, ia sering menyaksikan beberapa sipir dengan sikap licik tega “menjual” tugasnya demi uang, tak tahan rayuan napi berkantong tebal yang ingin segera bebas dari sekapan bilik penjara. Dengan berpura-pura mengejar napi yang melarikan diri, sebenarnya mereka sedang berupaya untuk meloloskannya dari kepungan. Berkali-kali peristiwa itu terjadi. Tapi para pejabat teras penjara menganggapnya sebagai risiko sebuah pekerjaan, tanpa ada kemauan untuk mengendalikan dan “memenjarakan” mental bawahannya yang korup. Kalau mental para sipir seperti itu terus dibiarkan, mana mungkin penjara ini mampu menjadi tempat pertobatan bagi para pendosa?".

Dan yang terpenting cerpen penjara ini menceritakan bagai mana nasib Badrun yang mewakili kaum kecil, kaum mayoritas yang terpinggirkan, dan terkalahkan oleh para pemilik modal hingga dia terjebak dalam subuah situasi sulit dan terperangkap dalam keadaan demi mendapatkan UANG. Tetapi jujur saja untuk apa yang dilakukan oleh Badrun hingga adanya ledakan saya belum bisa menggambarkan dengan jelas. Tapi secara umum cerpen "PENJARA" ini bagus dengan alur campurannya. tTerima kasih buat mas SAWALI TUHUSETYA

You Might Also Like

0 komentar

Followers