Masukkan Email Untuk Berlangganan Artikel

Thursday, November 12, 2009

Novel "Hafalan Shalat Delisa"

Halaman Review Buku - Tere Liye, pengarang yang sangat bisa membawa perasaan pembaca untuk memasuki alam suasana tokoh dalam cerita-cerita yang dia buat. Salah satu novel karyanya adalah "Hafalan Shalat Delisa". Sebuah novel yang mengharukan dan penuh dengan makna tentang kehidupan ini, memberikan kesadaran diri untuk pembaca yang membaca novel "Hapalan Shalat Delisa" ini.

Cerita terjadi di Aceh - lhok nga , menceritakan sebuah keluarga yang harmonis, ayah, ibu dan ketiga anak-anaknya. Anak terakhir merekan bernama Delisa umur 6 tahun. Lucu dan menggemaskan. Ya seperti anak-anak lainnya Delisa juga sering mendapat godaan dari kakaknya. Kalo udah gitu ribut deh mulai berantem kakak beradik itu, dan Umilah yang selalu menengahi.

Kebayang gak coba, bagaimana polosnya Delisha saat seusai shalat subuh berjamah bersama kakak dan ibunya Delisha mendekati sang Umi, dan berkata "Delisa cinta Umi karena Allah" ya ampunnn sampai netes ni air mata bacanya. Bener - bener Tere Liye emang seorang novelis yang hebat didalam menarik perasaan pembaca terhadap suasana tokoh ceritanya, seakan-akan saya bisa merasakan apa yang di rasakan oleh mereka (tokoh-tokoh dalam cerita tersebut).

Delisha memiliki kesibukan untuk menghafal bacaan Shalat karena akan ada penilaian tentang bacaan Sholat di sekolahnya, dalam proses menghafal itu, Delisa di bantu oleh salah seorang kakaknya saat Shalat bersama, kakak Delisha di sampingnya membaca bacaan Sholat dengan agak keras hingga Delisha bisa mendengar dan menirukannya, kemana-mana yang di tenteng di tangan Delisha adalah buku hafalan sholat. Hingga tiba waktu penilaian itu tiba. Inilah saat Delisha melakukan sholat untuk pertama kalinya dengan bacaan yang dia hafal tanpa bantuan suara kakaknya. Delisapun membaca takbir. Allahu Akbar. Dengan mantab delisha membaca bacaan Sholat yang telah di hafalnya. Tetapi saat Delisha mengucapkan “…inna sholati (sesungguhnya sholatku) wanusuki (ibadahku) wamah yaya (hidupku) wamamati (dan matiku) lillahi robbil alamin..(Hanya Untuk Allah Tuhan semesta Alam)" bertepatan dengan bencana itu, ya di lautan sana Tsunami mulai berjalan menuju ke daratan Aceh setelah sebelumnya terjadi gempa yang besar, tetapi Delisha tidak beranjak meski terasa gempa olehnya, ini adalah shalat pertama Delisha, Delisha ingin menyelesaikan sholatnya dengan sempurna...... Apa yang terjadi berikutnya ???? Silahkan membeli buku "Hafalan Sholat Delisha" Karangan Tere Liye.

4 komentar:

  1. i love this novel... that was the first novel which i read,,,

    ReplyDelete
  2. @ferry : hahahaha novel yang pertama ? hemmm senengnya ya isa ketemu novel bagus pertama kali :D

    ReplyDelete
  3. wah memang perlu juga havalan doa solat dan banyak-surat pendek biar shalatnya makin khusuk

    ReplyDelete
  4. dah baca novel ini
    awal2 nya lucu terakhirnya sedih...

    ReplyDelete