Terkadang Hidup Tidak Untuk Dipikirkan

6:35:00 AM

Suatu ketika saya melihat profil fb temen SD ku dulu (jangan bilang-bilang ya, maksud saya cinta pertama saya wkwkwkwkwk kalau SD dah jatuh cinta itu namanya cinta apa ? udah bisa di bilang cinta monyet belum ?) saya terpaku menatap fotonya bersama anaknya, tiba-tiba saja ingatan saya melayang ke berbelas-belas tahun yang lalu, ketika kami masih bertemu setiap hari wkwkwkwkwk, terakhir dapat sms darinya adalah dimalam pernikahannya yang memberitahukan bahwa dia besok akan menikah.


Ternyata waktu memang akan berlalu teramat cepat, satu hari, satu minggu, satu bulan, satu tahun, sepuluh tahun, perubahan itu pasti datang. Kebersamaanpun akan berakhir dengan perpisahan. haduh kok jadi melow gini ya postinganku kali ini. Heheh nggak kok, masnya yang nulis ini gak lagi sedih, cuma masnya ini sedang berpikir tentang hidup, tentang waktu, tentang segalanya, sampai pada titik "ya sudahlah"

Saya jadi ingat, sebuah puisi yang saya baca di blog teman saya, ya masih bertema waktu dan perubahan, yang intinya adalah jika saat ini pun akan menjadi masa lalu, bagaimana kita bisa menjadi teramat sedih dengan kesediahan ini, jika saat ini pun akan menjadi masa lalu, kenapa kita harus bangga berlebihan terhadap kesuksesan kita saat ini. Hem... terkadang kehidupan memang tidak untuk dipikirkan tetapi untuk dijalani. 

Sampai titik ini saya masih belum tahu, mau dibawa kemana artikel ini, pikiran saya masih ada didalam sebuah teka-teki besar, seperti benang kusut di pikiran saya, yang ingin saya uraikan pelan-pelan, tetapi dengan keterbatasan pengetahuan dan sangat secuil ilmu ini tentulah tidak akan cukup untuk mengurai semua itu. Ya untuk mengartikan "jika semua ini akan menjadi masa lalu"  Kegembiraan, kesedihan, kekayaan, kemiskinan,  cinta ini, rindu ini, pilu ini, semua ini "jika semua ini akan menjadi masa lalu" 

Hahahah terkadang hidup memang tidak untuk dipikirkan, tetapi dijalani :)

You Might Also Like

0 komentar

Followers